tulisan berjalan

putri dwi liestiai

Rabu, 25 April 2018

PERJUANGAN R.A KARTINI DEMI EMANSIPAS WANITA

Raden Adjeng Kartini ( lahir di Jepara Jawa Tengah, 21 April 1879- meninggal di Rembang Jawa Tengah, 17 September pada tahum 1904 pada umur 25 tahun) atau sebenarnya lebih tepat disebut Raden Ayu Kartini adalah seorang tokoh Jawa dan pahlawan Nasional Indonesia. Kartini dikenal sebagai pelopor kebangkitan perempuan pribumi. Ia lahir di tengah-tengah keluarga bangsawan oleh sebab itu ia mendapatkan gelar R.A (Raden Ajeng) di depan namanya, gelar itu sendiri digunakan oleh Kartini sebelum ia menikah, jika sudah menikah maka gelar kebangsawanan itu yang digunakan adalah R.A ( Raden Ayu ) menurut tradisi Jawa. Beliau dikenal sebagai salah satu pahlawan Nasional yang dikenal gigih dalam memperjuangkan emansiapasi wania kala ia hidup. 

Ayahnya bernama R.M. Sosroningrat, putra dari Pangeran Ario Tjondronegoro IV, seorang bangsawan yang menjabat sebagai bupati jepara, beliau ini merupakan kakek dari R.A Kartini. Ayahnya R.M. Sosroningrat merupakan orang yang terpandang sebab posisinya kala itu sebagai bupati Jepara kala Kartini dilahirkan. Ibu kartini yang bernama M.A. Ngasirah, beliau ini merupakan anak seorang kiai atau guru agama di Telukawur, Kota Jepara. Menurut sejarah, Kartini merupakan keturunan dari Sri Sultan Hamengkubuwono VI, bahkan ada yang mengatakan bahwa garis keturunan ayahnya berasal dari kerajaan Majapahit.

Ibu R.A Kartini yaitu M.A. Ngasirah sendiri bukan keturunan bangsawan, melainkan hanya rakyat biasa saja, oleh karena itu peraturan kolonial Belanda ketika itu mengharuskan seorang Bupati harus menikah dengan bangsawan juga, hingga akhirnya ayah Kartini kemudian mempersunting seorang wanita bernama Raden Adjeng Woerjan yang merupakan seorang bangsawan keturunan langsung dari Raja Madura ketika itu.

Kita bisa membaca buku dari kumpulan surat-surat Raden Ajeng Kartini yang terkenal yang berjudul “Door Duistermis tox Licht, (Habis Gelap Terbitlah Terang)". Surat-surat yang dituliskan kepada sahabat - sahabatnya di negeri Belanda itu kemudian menjadi bukti betapa besarnya keinginan dari seorang Kartini untuk melepaskan kaumnya dari diskriminasi yang sudah membudaya pada zamannya.

Buku itu menjadi pedorong semangat para wanita Indonesia dalam memperjuangkan hak-haknya. Perjuangan Kartini tidaklah hanya tertulis di atas kertas tapi dibuktikan dengan mendirikan sekolah gratis untuk anak gadis di Jepara dan Rembang.
Upaya dari puteri seorang Bupati Jepara ini telah membuka penglihatan kaumnya di berbagai daerah lainnya. Sejak itu sekolah-sekolah wanita lahir dan bertumbuh di berbagai pelosok negeri. Wanita Indonesia pun telah lahir menjadi manusia seutuhnya.
Di era Kartini, akhir abad 19 sampai awal abad 20, wanita-wanita negeri ini belum memperoleh kebebasan dalam berbagai hal. Mereka belum diijinkan untuk memperoleh pendidikan yang tinggi seperti pria bahkan belum diijinkan menentukan jodoh/suami sendiri, dan lain sebagainya.

Kartini yang merasa tidak bebas menentukan pilihan bahkan merasa tidak mempunyai pilihan sama sekali karena dilahirkan sebagai seorang wanita, juga selalu diperlakukan beda dengan saudara maupun teman - temannya yang pria, serta perasaan iri dengan kebebasan wanita - wanita Belanda, akhirnya menumbuhkan keinginan dan tekad di hatinya untuk mengubah kebiasan kurang baik itu. Pada saat itu, Raden Ajeng Kartini yang lahir di Jepara, Jawa Tengah pada tanggal 21 April 1879, ini sebenarnya sangat menginginkan bisa memperoleh pendidikan yang lebih tinggi, namun sebagaimana kebiasaan saat itu dia pun tidak diizinkan oleh orang tuanya.

Dia hanya sempat memperoleh pendidikan sampai E.L.S. (Europese Lagere School) atau tingkat sekolah dasar. Setamat E.L.S, Kartini pun dipingit sebagaimana kebiasaan atau adat - istiadat yang berlaku di tempat kelahirannya dimana setelah seorang wanita menamatkan sekolah di tingkat sekolah dasar, gadis tersebut harus menjalani masa pingitan sampai tiba saatnya untuk menikah.

Merasakan hambatan demikian, Kartini remaja yang banyak bergaul dengan orang-orang terpelajar serta gemar membaca buku khususnya buku - buku mengenai kemajuan wanita seperti karya - karya Multatuli "Max Havelaar" dan karya tokoh-tokoh pejuang wanita di Eropa, mulai menyadari betapa tertinggalnya wanita sebangsanya bila dibandingkan dengan wanita bangsa lain terutama wanita Eropa.

Dia merasakan sendiri bagaimana ia hanya diperbolehkan sekolah sampai tingkat sekolah dasar saja padahal dirinya adalah anak seorang Bupati. Hatinya merasa sedih melihat kaumnya dari anak keluarga biasa yang tidak pernah disekolahkan sama sekali.Sejak saat itu, dia pun berkeinginan dan bertekad untuk memajukan wanita bangsanya, Indonesia. Dan langkah untuk memajukan itu menurutnya bisa dicapai melalui pendidikan. Untuk merealisasikan cita - citanya itu, dia mengawalinya dengan mendirikan sekolah untuk anak gadis di daerah kelahirannya, Jepara. Di sekolah tersebut diajarkan pelajaran menjahit, menyulam, memasak, dan sebagainya. Semuanya itu diberikannya tanpa memungut bayaran alias cuma - cuma.

Bahkan demi cita - cita mulianya itu, dia sendiri berencana mengikuti Sekolah Guru di Negeri Belanda dengan maksud agar dirinya bisa menjadi seorang pendidik yang lebih baik. Beasiswa dari Pemerintah Belanda pun telah berhasil diperolehnya, namun keinginan tersebut kembali tidak tercapai karena larangan orangtuanya. Guna mencegah kepergiannya tersebut, orangtuanya pun memaksanya menikah pada saat itu dengan Raden Adipati Joyodiningrat, seorang Bupati di Rembang.

Berbagai rintangan tidak menyurutkan semangatnya, bahkan pernikahan sekalipun. Setelah menikah, dia masih mendirikan sekolah di Rembang di samping sekolah di Jepara yang sudah didirikannya sebelum menikah. Apa yang dilakukannya dengan sekolah itu kemudian diikuti oleh wanita-wanita lainnya dengan mendirikan ‘Sekolah Kartini’ di tempat masing-masing seperti di Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Malang, Madiun, dan Cirebon.

Sepanjang hidupnya, Kartini sangat senang berteman. Dia mempunyai banyak teman baik di dalam negeri maupun di Eropa khususnya dari negeri Belanda, bangsa yang sedang menjajah Indonesia saat itu. Kepada para sahabatnya, dia sering mencurahkan isi hatinya tentang keinginannya memajukan wanita negerinya. Kepada teman - temannya yang orang Belanda dia sering menulis surat yang mengungkapkan cita - citanya tersebut, tentang adanya persamaan hak kaum wanita dan pria.

Setelah meninggalnya Kartini, surat - surat tersebut kemudian dikumpulkan dan diterbitkan menjadi sebuah buku yang dalam bahasa Belanda berjudul Door Duisternis tot Licht (Habis Gelap Terbitlah Terang). Apa yang terdapat dalam buku itu sangat berpengaruh besar dalam mendorong kemajuan wanita Indonesia karena isi tulisan tersebut telah menjadi sumber motivasi perjuangan bagi kaum wanita Indonesia di kemudian hari.

Apa yang sudah dilakukan RA Kartini sangatlah besar pengaruhnya kepada kebangkitan bangsa ini. Mungkin akan lebih besar dan lebih banyak lagi yang akan dilakukannya seandainya Allah memberikan usia yang panjang kepadanya. Namun Allah menghendaki lain, ia meninggal dunia di usia muda, usia 25 tahun, yakni pada tanggal 17 September 1904, ketika melahirkan putra pertamanya.

Mengingat besarnya jasa Kartini pada bangsa ini maka atas nama negara, pemerintahan Presiden Soekarno, Presiden Pertama Republik Indonesia mengeluarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia No.108 Tahun 1964, tanggal 2 Mei 1964 yang menetapkan Kartini sebagai Pahlawan Kemerdekaan Nasional sekaligus menetapkan hari lahir Kartini, tanggal 21 April, untuk diperingati setiap tahun sebagai hari besar yang kemudian dikenal sebagai Hari Kartini.

Belakangan ini, penetapan tanggal kelahiran Kartini sebagai hari besar agak diperdebatkan. Dengan berbagai argumentasi, masing - masing pihak memberikan pendapat masing - masing. Masyarakat yang tidak begitu menyetujui, ada yang hanya tidak merayakan Hari Kartini namun merayakannya sekaligus dengan Hari Ibu pada tanggal 22 Desember.
Alasan mereka adalah agar tidak pilih kasih dengan pahlawan - pahlawan wanita Indonesia lainnya. Namun yang lebih ekstrim mengatakan, masih ada pahlawan wanita lain yang lebih hebat daripada RA Kartini. Menurut mereka, wilayah perjuangan Kartini itu hanyalah di Jepara dan Rembang saja, Kartini juga tidak pernah memanggul senjata melawan penjajah. Dan berbagai alasan lainnya.Sedangkan mereka yang pro malah mengatakan Kartini tidak hanya seorang tokoh emansipasi wanita yang mengangkat derajat kaum wanita Indonesia saja melainkan adalah tokoh nasional artinya, dengan ide dan gagasan pembaruannya tersebut dia telah berjuang untuk kepentingan bangsanya. Cara pikirnya sudah dalam skop nasional.Sekalipun Sumpah Pemuda belum dicetuskan waktu itu, tapi pikiran - pikirannya tidak terbatas pada daerah kelahiranya atau tanah Jawa saja. Kartini sudah mencapai kedewasaan berpikir nasional sehingga nasionalismenya sudah seperti yang dicetuskan oleh Sumpah Pemuda 1928.

Terlepas dari pro kontra tersebut, dalam sejarah bangsa ini kita banyak mengenal nama - nama pahlawan wanita kita seperti Cut Nya’ Dhien, Cut Mutiah, Nyi. Ageng Serang, Dewi Sartika, Nyi Ahmad Dahlan, Ny. Walandouw Maramis, Christina Martha Tiahohu, dan lainnya. Mereka berjuang di daerah, pada waktu, dan dengan cara yang berbeda. Ada yang berjuang di Aceh, Jawa, Maluku, Menado dan lainnya. Ada yang berjuang pada zaman penjajahan Belanda, pada zaman penjajahan Jepang, atau setelah kemerdekaan. Ada yang berjuang dengan mengangkat senjata, ada yang melalui pendidikan, ada yang melalui organisasi maupun cara lainnya. Mereka semua adalah pejuang-pejuang bangsa, pahlawan - pahlawan bangsa yang patut kita hormati dan teladani.

Raden Ajeng Kartini sendiri adalah pahlawan yang mengambil tempat tersendiri di hati kita dengan segala cita - cita, tekad, dan perbuatannya. Ide - ide besarnya telah mampu menggerakkan dan mengilhami perjuangan kaumnya dari kebodohan yang tidak disadari pada masa lalu. Dengan keberanian dan pengorbanan yang tulus, dia mampu menggugah kaumnya dari belenggu diskriminasi.Bagi wanita sendiri, dengan upaya awalnya itu kini kaum wanita di negeri ini telah menikmati apa yang disebut persamaan hak tersebut. Perjuangan memang belum berakhir, di era globalisasi ini masih banyak dirasakan penindasan dan perlakuan tidak adil terhadap perempuan.

Itu semua adalah sisa-sisa dari kebiasaan lama yang oleh sebagian orang baik oleh pria yang tidak rela melepaskan sifat otoriternya maupun oleh sebagian wanita itu sendiri yang belum berani melawan kebiasaan lama. Namun kesadaran telah lama ditanamkan kartini, sekarang adalah masa pembinaan.

Rabu, 18 April 2018

Motivasi 



APA ITU HIJRAH ? 

Kata hijrah berasal dari kata Arab yang berarti berpisah, pindah dari satu negeri ke negeri lain, berjalan di waktu tengah hari, igauan, mimpi. Istilah hijrah biasa dipakai dalam Islam dengan pengertian meninggalkan suatu negeri yang tidak begitu aman menuju negeri lain yang lebih aman, demi keselamatan dalam menjalan agama.   
Maksud dan Tujuan Hijrah
Maksud dan tujuan Hijrah yang utama adalah mengharapakan, mencari dan mendapatkan Rahmat dari Allah ta’ala, seperti yang dijelaskan dalam Surat At-Taubah ayat 100 :
Macam-macam Hijrah
menurut sifatnya hijrah dapat di bagi menjadi 4 bagian, yaitu :
            • Hijrah Fi-Liyah
adapun yang dimaksud dengan Hijrah Fi-Liyah adalah hijrah yang membelakangkan keduniaan. Orang yang melakukan hijrah Fi-Liyah memiliki keyakinan dan paham akan kewajibannya untuk hijrah. Hijrahnya pun masuk ke dalam hijrah I’tiqad yang artinya hijrahnya hanya kepada Allah ( Hubullah). Orang yang hijrah kepada Allah juga tidak lagi terfokus kepada kehidupan duniawi tapi ia akan mencari jalan agar selalu ingat kepada Allah ta’ala. Seperti yang dijelaskan dalam Al-Quran, Surat An-Nahl ayat 41 :
Dan tentang orang-orang yang Hijrah karena Allah, setelah mereka mendapat penganiayaan pastilah kami ( Allah ) akan memberi kepadanya tempat di dunia yang baik ( hasanah ) dan ganjarannya ( kami kepada mereka itu ) di akhirat tentulah lebih besar, kalau saja mereka itu mengetahui.
(Al-Quran, Surat An-Nahl ayat 41)
            • Hijrah Fi – Sabilillah
Hijrah Fisabilillah adalah hijrah I’tiqad yang pengamalannya harus benar. Seperti dijelaskan di dalam Al-Quran Surat Al-Hajj ayat 58 :
Dan mereka yang Hijrah pada jalan Allah dan kemudian mereka itu dibunuh atau mati; pastilah akan memberi rizki yang baik ( pemeliharaan yang bagus) bahwasanya Allah adalah pemberi rizki ( pemelihara ) yang sebagus-bagusnya bagi mereka.
( QS Al-Hajj ayat 58 )
            • Hijrah Illallah
sebelum kita membahasnya bisa kita lihat di dalam Surat Al–ankabut ayat 26 , Orang yang Hijrah Illallah ini mempunyai satu keyakinan, bahwa semesta alam ini adalah kepunyaan Allah dan segala sesuatunya adalah kuasa Allah. Serta percaya bahwa semua yang ada di dunia ini harus kembali kepada Allah
orang yang melakukan Hijrah Illallah ini berpendirian, bahwa segala apa yang mengenai dirinya atau yang ada diluar dirinya, haruslah menjadi “jembatan”, untuk tawaddu dan dzikir kepada yang Allah Yang Maha Esa.

            Hijrah Fi-Liah tidak akan sempurna, jika tidak dilakukan Hijrah Fisabilillah sebelumnya, demikian pula Hijrah illallah ini tidak akan bisa sempurna, jika tidak mengikuti tata cara hijrah yang dilakukan oleh Rasulullah
            • Hijrah Illallah wa IllaRasulihi
Tentang Hijrah ini, antara lain-lain dijelaskan dalam Hadist yang diriwayatkan dari siti aisyah sebagai berikut :
Tidak ada Hijrah pada waktu ( hari ) setelah ( datang ) fatah karena sesungguhnya Hijrah itu adalah keadaan kaum Muslimin ( pergi ) mendapatkan Allah Ta’ala dan pergi mendapatkan Rasulullah, karena Agamanya…..”

Sahnya hijrah
 Semua ayat Al-Qur’an serta haitds yang kita bahas bersama tentunya sudah cukup menjelaskan apa makna HIjrah yang sesungguhnya. Banyak sekali arti dan makna dari kata “ Hijrah “ namun hijrah yang paling benar dilakukan adalah Hijrah Karena Allah ta’ala. Hijrah sendiri tidak akan dikatakan sah apabila kita tidak melalukan jihad.
Hijrah yang tidak melakukan jihad adalah hijrah yang negative. Jika kita melihat kejahatan atau keburukan, baik yang mengenai seorang maupun yang mengenai masyarakat umum, kemudian kita meninggalkan keburuka itu, memutuskan perhubungan dengan dia, ataupun menjauhkan diri dari pada keadaan atau kejadian itu, bukanlah perbuatan yang demikian itu boleh dikatakan Hijrah, Apabila kita masih suka mencela dan tidak pandai memperbaiki diri bukanlah Hijrah namanya
Oleh sebab itu, untuk menyempurnakan amal perbuatan kita di dalam melakukan wajib, yang chas ataupun yang ‘am, perlulah kita menentukan Program Jihad. Suatu langkah untuk meperbaiki diri mnejadi lebih baik lagi.Hijrah itu butuh proses dan progres bukan hanya ucapan saya. Hijrah itu butuh niat, kesungguhan, istiqomah.





selamat membaca :) 






Rabu, 11 April 2018

Pandangan saya terhadap Dr. Zakir Naik

assalamualikum wr.wb

Dalam tulisan saya ini, saya akan mengatakan pandangan saya terhadap Dr. Zakir Naik yang menurut saya beliau seorang dokter yang belajar dari berbagai macam ilmu yang ada bahkan sampai beliau mempelajari semua kitab kitab agama yang ada. Sampai akhirnya beliau mempelajari kitab Al-qur'an secara rinci, setelah lama beliau mempelajari dan memahami isi dari al-qur'an tersebut akhirnya beliau menyimpulkan dan berpendapat bahwa semua ilmu yang, semua pemahaman yang ada, dan semua kita tidak ketahui sesungguhna terdapat pada kitab suci yaitu Al-qur'an.


Dan menurut saya, sepertinya saya sependapat dengan Dr. Zakir Naik meskipun saya tak sepandai beliau, tak secerdas beliau, da tak yakin seperti beliau, tapi saya yakin bahwa seluruh pertanyaan yang menurut manusia tidak masuk akal dan tidak ada jawabannya semua ada dalam kitab suci Al-qur'an. Tapi disini saya hanya ingin mengatakan bahwa saya kagum terhadap beliau,kenapa saya kagum? karena saya kagum terhadap pemikiran yang logis dan masuk akal untuk menjawaban pertanyaan-pertanyaan yang dilontarkan oleh jemaahnya ataupun orang non muslim sekalipun. beliau menjawabnya dengan fakta-fakta yang ada dalam al-qur'an yang memang terbukti dalam kehidupan nyata.


Tapi ini hanya sebuah pandangan saya sebagai seorang muslim biasa dan belum tau tentang semua biografi Dr. zakir Naik lebih dalam, saya hanya sekedar orang yang baru mengetahui dirinya dari sebuah vidio-vidio beliau yang ada di sosial media. Dan jika saya ada kesalahan dalam tanggapan saya ini, maupun tentang beliau saya meminta maaf sebesar besarnya atas tulisan saya ini. Selebihnya terserah tanggapan kalian yang membaca tulisan ini


Terima Kasih
Wasalammu'alaikum wr.wb 

PERJUANGAN R.A KARTINI DEMI EMANSIPAS WANITA

Raden Adjeng Kartini ( lahir di Jepara Jawa Tengah, 21 April 1879- meninggal di Rembang Jawa Tengah, 17 September pada tahum 1904 pada um...